Berita Terbaru :

KOTAMOBAGU

Lihat Lainnya »

BOLMONG

Lihat Lainnya »

BOLTIM

Lihat Lainnya »

BOLSEL

Lihat Lainnya »

BOLMUT

Lihat Lainnya »

SULAWESI UTARA

Lihat Lainnya »
Tampilkan postingan dengan label SULAWESI UTARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SULAWESI UTARA. Tampilkan semua postingan

Indosat Kotamobagu Manjakan Pelanggan

Rabu, 31 Oktober 2012

Indosat Kotamobagu Manjakan Pelanggan



Kotamobagu Kabar gembira bagi para pengguna indosat. Betapa tidak, salah satu provider terlengkap di Indonesia ini, tengah memberikan berbagai kemudahan, serta diskon besar-besaran kepada para pelanggannya. Hal ini terbukti dengan diluncurkannnya promo  paket BlackBerry 90 ribu/3 bulan.

“Selain itu adanya juga paket telepon 1 menit seharga 1000 rupiah gratis bicara selama 2,5 jam. Promo ini juga merupakan bukti komitmen kami dalam memanjakan pelanggan,” ujar Kepala Cluster Officer Indosat Kotamobagu Imam Mukhlisin, ketika dijumpai Media Totabuan, Selasa (30/10) kemarin.

Imam juga menambahkan, dengan hadirnya galeri indosat di Kotamobagu, mereka a akan memberikan pelayanan istimewa kepada pelanggan.

“Hadirnya Indosat di daerah ini akan lebih mendekatkan pelayanan kami ke pelanggan,” tambahnya.

Disisi lain, soal angka penjualan Imam mengatakan kalau mereka mengalami peningkatan.

“Bulan lalu omset/hari kami hanya berkisar Rp8 juta, namun untuk bulan ini merangkak naik, hingga menyentuh Rp15-20 juta/hari,” bebernya.

Selain itu, Imam juga mengatakan kalau pihaknya masih tetap membuka peluang bagi warga Kotamobagu maupun Bolmong raya, untuk beralih ke provider yang kini terus memperluas jangkauan mereka hingga ke pelosok daerah.

“Bagi yang ingin menjadi pengguna indosat, silakan langsung mengaktifkan kartunya. Dijamin tidak mengecewakan dan jangkauannya pun luas. Bagi mereka yang sudah menjadi pelanggan, masih akan ada kejutan-kejutan dan bonus lainnya,” tutup Imam. (m-08/Jm/Dink)

Bentrok Warga Agom Sidomulyo

Senin, 29 Oktober 2012

Bentrok Warga, 3 Orang Tewas

Konflik antar Kampung di Lampung Selatan
BENTROK antarwarga terjadi di Agom, Sidomulyo, Lampung Selatan, Lampung, Mnggu (28/10) kemarin. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami  luka-luka. Hingga kini, polisi masih menengahi kedua kubu agar tidak terjadi bentrok susulan.

"Memang benar, ada tiga korban MD. Dua korban luka berat. Ini situasi masih panas," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho yang masih berada di lokasi kejadian, Minggu (28/10/2012).

Sampai tadi malam, suasana perbatasan Desa Agom dan Desa Balinuraga yang terlibat bentrok di Lampung Selatan semalam, masih mencekam. 

Minggu siang, 28 Oktober 2012, ribuan orang masih menjaga ketat pintu masuk Desa Balinuraga, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung. Penjagaan ketat itu dilakukan karena ada isu warga Desa Agom dan sekitarnya berniat menyerang kembali Desa Balinuraga. 

Ratusan personel TNI juga terlihat ikut berjaga-jaga di Pasar Patok yang merupakan jalur masuk Desa Balinuraga. Namun, ratusan aparat TNI tersebut tidak mampu menghalau warga yang berjumlah ribuan.

Bentrokan antardua warga desa itu bermula ketika dua gadis asal Desa Agom yang mengendarai sepeda motor diganggu oleh pemuda asal Desa Balinuraga hingga jatuh dan mengalami luka-luka.

Meski dua kepala desa terkait telah mengadakan perjanjian damai, namun keluarga kedua gadis itu tak terima. Mereka lantas mendatangi Desa Balinuraga untuk menemui pemuda yang mengganggu itu. Namun, setibanya di Desa Balinuraga, tak disangka mereka langsung diserang.

Setelah dikonfirmasi ke Rumah Sakit Daerah Kalianda, korban tewas berjumlah 3 orang. Ketiganya adalah Marhadan (35 tahun) warga Gunung Terang Kalianda, Jahya (30 tahun) warga Kalianda, dan Alwi (35 tahun) warga Palas.

Selain korban tewas, puluhan warga dari kedua desa juga mengalami luka-luka berat maupun ringan akibat senjata api dan senjata tajam. Bentrokan warga dua desa itu pun membuat 6 rumah warga Desa Balinuraga dibakar massa.(dtc/vvn)

Teroris Masuk Manado, Polda Gelar Operasi

Rabu, 24 Oktober 2012

Teroris Masuk Manado, Polda Gelar Operasi

Razia Teroris oleh Polda Sulawesi Utara (Foto Ilust)
Manado - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) menggelar Operasi Sam Ratulangi (Samrat) mengantisipasi masuknya terorisme. Operasi ini menyusul bergolak lagi aksi terorisme di Poso, Sulawesi Tengah.

 Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy melalui Kabid Humas AKBP Denny Adare STh mengatakan, Sulut merupakan salah satu wilayah terdekat dengan daerah pergolakan, maka segala kemungkinan itu bisa terjadi.

 "Dari dulu, Sulut adalah salah satu daerah yang menjadi sasaran teroris, mereka tidak pernah berhenti tapi kita tetap siaga," ujar Adare kepada wartawan, Selasa (23/10/2012). Menurutnya, operasi Samrat adalah operasi lalu lintas dengan melakukan razia di jalur-jalur di perbatasan Sulut, yang dimungkinkan akan dilalui oknum-oknum teroris.

 "Tanggal 21 Oktober kemarin sudah dilaksanakan latihan Pra Ops Samrat, kami juga akan dibantu TNI," katanya. "Kami mengharapkan dengan razia yang diberi sandi Operasi Samrat ini bisa mengantisipasi masuknya terorisme di Sulawesi Utara, terutama dari arah Sulawesi Tengah dan Gorontalo," tambahnya lagi.

 Selain itu, Adare juga menghimbau bahwa kewaspadaan bukan hanya untuk TNI/Polri saja, melainkan seluruh elemen masyarakat, mengingat oknum teroris bisa berbaur dengan siapa pun.
"Jadi kepekaan kepedulian kepala lingkungan, sangadi dan lurah untuk segera melaporkan kalau ada oknum-oknum yang mencurigakan," terang Adare.


Diketahui, teror bom kembali terjadi di Poso,  Senin 22 Oktober 2012 kemarin. Pos Polantas dan pos polisi telah menjadi lokasi tujuan target teroris menebar ancaman bom. Sebelumnya juga, dua anggota polisi menjadi korban dan ditemukan telah menjadi mayat. Diduga pembunuhan tersebut terkait aksi terorisme di daerah itu.


Pecinta Alam Sulut Kibarkan Merah-Putih di Tebing Kilo 3 Amurang

Kamis, 09 Agustus 2012

Amurang - Memperingati  Hari Proklamasi 17 Agustus 2012 ke 46 pecinta alam di Sulawesi Utara akan mengibarkan sang saka merah-puti di Batu dinding atau tebing kilo 3 Amurang. Acara ini dirangkaikan dengan kegiatan penghijauan dan kejuaraan panjat tebing dengan tema To Support South Minahasa By Rock Climbing Tourism.
Pengagas kegiatan pengibaran bendera di tebing kilo 3 Amurang dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) Cliff Hanger Amurang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Sulawesi Utara. "Pengibaran bendera merah-putih ini sekaligus pengukuhan FKPA Minahasa Selatan," ujar Fanny Luntungan selaku Ketua FKPA Sulut.
Lanjut dia, FKPA Sulut sudah sering melaksanakan upacara di alam terbuka setiap tanggal 17 Agustus, diantaranya di Gunung Soputan, gunung Klabat, gunung Mahawu dengan membentangkan bendera merah-putih ukuran yang cukup besar. "Tahun 2012 ini upacaranya dipusatkan di tebing kilo 3 dan di prakarsai oleh KPA Cliff Hanger Amurang, sementara pembentangan bendara merah-putih di gunung soputan dan mengarah ke Minahasa Selatan," jelas jebolan Wanadri ini.
Ia menambahkan, mengingat pengibaran bendara kali unik, dimana akan di lakuan di tebing maka harus di persiapkan sebaik mungkin. Sebab biasanya hanya pembentangan bendera raksasa di gunung dan penaikan bendera. Namun kali ini berbeda jadi yang harus melakukanya adalah tenaga profesional, imbuh Luntungan.
Sementara itu, Wakil Ketua panitia penyelenggaran KPA Cliff Hanger Melky Thomas di dampingi Ricky Ulaan selaku sekretaris menyatakan pengibaran merah-putih di tebing satu dari rangkaian kegiatan penghijauan pada tanggal 21 Agustus 2012, dan kegiatan utama kejuaraan panjat tebing tanggal 22-25 Agustus 2012. Sebagaimana tema kegiatan "To Support South Minahasa By Rock Climbing Tourism" adalan lebih mempromosikan objek wisata alam batu dinding di Minsel melalui kegiatan panjat tebing. Selain itu mempopulerkan olahraga panjat tebing (Rock Climbing) itu sendiri.
Peserta yang menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti upacara pengibaran bendera di tebing kilo 3 Amurang serta penghijauan dan kejuaraan panjat tebing, diantaranya Kelompok Pecinta Alam dari Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, Bitung, Tondano, Manado dan Minahasa Selatan sendir, serta Mahasiswa Pecinta Alam dari berbagai perguruan tinggi di Sulut, aktifis lingkungan dan kalangan masyarakat, tambah Wakil Ketua panitia Bendahara panitia Billy Ludong bersama Stevan Potabuga dan Gideon Johanis. (San/Dink)

UPFMA Sejahtera Rumoong Atas Tareran ke Istana Negara

Amurang - Unit Pengelola Farmer Managed Extention Actifities (UP-FMA) yang merupakan kegiatan dari Farmer Empowement Through Agriculture Tecnologi and Information (FEATI) di Kabupaten Minahasa Selatan yang di kelola BP4K Minsel cukup berhasil, dimana salah satu UP-FMA Sejahtera Desa Rumoong Atas, kecamatan Tareran berhasil meraih predikat terbaik di tingkat Kabupaten Minsel hingga di Provinsi Sulut, sehingga mendapat suatu penghargaan oleh kementrian Pertanian ke istana negara mengikuti rangkaian upacara dalam rangka hari proklamasi RI ke 67. Mereka adalah Grace Sungkar selaku pendamping, Ketua UPFMA Sejahtera Desa Rumoong Atas Dua, Kecamatan Tareran Jhon Pasion, Hielda Karundeng selaku sekretaris dan Grace Rorong bendahara.
"Karena minimnya anggaran yang diberikan BP4K Minsel, maka keberangkatan kami merupakan swadaya dari masing-masing anggota dan bantuan seorang pejabat Pemkab Minsel. Meski begitu ada bantuan atau ganti rugi dari Kementrian Pertanian," ujar ketua Jhony Pasian, Selasa (07/8/2012), tanpa menyebutkan pejabat yang bersangkutan.
Lanjut dia, rencana keberangkatan kami pada tanggal 14-17 Agustus 2012, ini merupakan kesempatan berharga bagi kami atas upaya dan kerja keras yang diraih, dan kementrian pertanian-pun memberikan kesempatanya dengan menghadiri sekaligus turut serta dalam peringatan 17 agustus 2012 di Istana Negara.
Menurut Kepala BP4K Minsel Frangky Tangkere, Unit pengelola FMA Sejahtera Rumoong Atas Dua melalui survey dari pemerintah pusat di nilai mampu menjabarkan program FEATI guna peningkatan dan teknologi pertanian di Minahasa Selatan, dan terbukti kerja keras dan kerja sama yang baik dapat membuahkan hasil yang baik.
"UP-FMA Sejahtera Rumoong Atas terpilih utusan Minsel sesuai hasil survei dari kementrian pertanian dan mereka dinilai mampu mengelolah lahan pertanian yang meraka bina dari beberapa kelompok yang ada, sebab FMA sebagai sarana gabungan kelompok tani yang ada di Tareran, dinilai berhasil melakukan penyuluhan sekaligus mengelola lahan pertanian yang ada di wilayah mereka," jelasnya.
Pihaknya memang tak ada nggaran unuk keberangkatan UP-FMA Sejahtera Rumoong Atas Tareran, sebab mereka nantinya di biayai oleh pemerintah pusat melalui kementrian pertanian, pungkasnya. (San)

Prof Amin Abdulah Bravo Bagi Pak Sarundajang


Manado - Staf Ahli Kementerian  Agama RI, Prof DR Amin Abdullah mengungkapkan keharuannya dengan orang Manado,  keunikan  umat muslim di daerah ini berbeda dengan umat muslim di jawa . Disini memiliki keunikan tersendiri di saat usai sholat buka puasa, jemaah belum langsung makan, tetapi harus mendengarkan  hikmah (ceramah) terlebih dahulu baru bisa  makan bersama.
Hal itu disampikan Amin Abdullah saat menyampaikan hikmah peringatan Nuzul Quran 17 Ramadhan 1433 H yang diperingati Pemprov Sulut, dan umat Muslim di daerah ini, di kediaman Gubernur Sulut Bumi Beringin Manado, Senin (6/8) lalu.
 Peringatan Nuzul Quran yang turut di hadiri unsur Forkopimda Sulut, Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Kakanwil Kemenag Ambon Dr. Muhamad Atamimi, Kakanwil Kemenag Sulut Drs. Sya’ban Mauluddin, MPdi, Bupati Boltim Sehan Lanjar, Pejabat teras Pemprov, FKUB dan BKSAUA Sulut itu, menurut Abdullah keunikan buka puasa di Sulut kiranya tetap dipertahankan. Mudah-mudahan ini akan menjadi contoh bagi umat muslim di seluruh tanah air. Karena itu saya ucapkan bravo buat kepemimpinan Gubernur Sulut Bapak Dr. Sinyo Harry Sarundajang, ujar Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Jogya.  
Dalam hikmah kali ini Abdullah telah memberi pencerahan kepada pemimpin agama di daerah ini, terkait hubungan antar umat beragama dan sesama agama itu sendiri, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budah. Hubungan cinta kasih, persahabatan sesama umat beragama sudah sejak lama terjalin sangat akrab, karena para pemimpin-pemimpin agama mula-mula telah membangun peradaban yaitu peradaban kristiani dengan kitab suci Alkitab dan peradaban islamic culture dengan Kitab Suci Alquran serta peradaban yahudi. Mereka itu telah menanamkan kebaikan kepada kita saat ini. Sembari menyebutkan hubungan Islam dan kristen sangat baik karena kedua agama ini hanya menyambah kepada Allah.
Ia juga menyebutkan, pada era globalisasi saat ini nantinya tidak ada lagi sekat-sekat yang memisahkan hubungan keakraban di antara sesama umat beragama, karena nantinya semua akan menjadi satu.
 Karena itu apa yang dilakukan di provinsi Sulut lewat kepemimpinan Pak Sarundajang itu sudah bagus, jelas Mentor SHS saat menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari UIN Malang belum lama ini. Sementara Gubernur Sarundajang taklupa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresisasi atas kedatang Prof. Amin di daerah ini, sekaligus memberikan pencerahan tentang kemajemukan kepada umat beragama di daerah ini.(Dk)

Bupati Paruntu Buka Puasa Bersama Badan Tazkir dan Imam di Minsel


Amurang, - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dihadiri langsung Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE berbuka puasa bersama dengan Umat Islam di Minahasa Selatan. Dalam acara buka puasa ini dihadiri badan tadzkir dan imam-imam muslim di Minsel, Acara  dilangsungkan di Gues House rumah dinas Bupati Minsel sekitar pukul 16.00 Wita sampai selesai, pada hari Selasa (7/8) kemarin. 
Dalam sambutannya, Bupati menyatakan untuk senantiasa menjaga bersama kerukunan umat beragama dan terlebih menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. "Pentingnya kerukunan dan saling menghargai salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Minahasa Selatan tercinta," ucap Tetty demikian sapaan Bupati Minsel ini. 
Hadir unsur Forpida Minsel, Kapolres Minsel, Kajari Amurang, Pengadilan Negeri Amurang bersama jajaran Pemkab Minsel mulai Sekda, para asisten, Kepala-kepala SKPD dan Camat.
Berdasarkan pantauan wartawan koran ini, buka puasa bersama Pemkab Minsel, unsur Forpida dan badan tadzkir serta imam-imam mesjid se Minsel berlangsung penuh keakraban satu dengan lainnya. Bupati Tetty Paruntu turut serta dalam keakraban. (San/Dink)

Gunung Lokon Meletus Lagi

Rabu, 25 April 2012


180 Kali Diguncang Gempa, 
Letusan Gunung Lokon Di Kota Tomohon Sulawesi Utara

Tomohon – Lama terdiam, Gunung Api Lokon yang terletak di Kota Tomohon Sulawesi Utara, Selasa (24/04) kemarin, kembali meletus. Letusan disertai bunyi gemuruh cukup kuat dan menggetarkan tiang serta kusen rumah warga, terjadi sekitar pukul 11.21 WITA. 

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon mulai sejak Senin pukul 15.00 Wita. Hingga Selasa, pukul 09.00 WITA. Dimana, dalam aktifitas tersebut, tercatat terjadi sekitar 180 kali gempa vulkanik.

"Letusan kali ini cukup kuat diiringi dengan bunyi gemuruh yang kuat pula. Pijakan kami sempat bergetar. Begitupun dengan tiang penyangga rumah dan kusen jendela dan pintu ikut bergetar," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung (PVMBG) di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina membenarkan letusan tersebut.  

"Debu letusan tidak bisa kami perkirakan karena tertutup kabut," katanya.
Tanda-tanda akan terjadi letusan memang sudah terlihat sejak, Senin (23/04) sekitar pukul 15.00 Wita lalu, dimana gempa yang mengindikasikan adanya supply energi terus meningkat. Dimana, selain diguncang 180 kali gempa, terdapat pula 59 kali gempa vulkanik dalam, diikuti gempa tremor dengan amplitudo 0,55 milimeter secara terus menerus.

 Naiknya aktivitas Gunung Lokon, memaksa Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung bergegas menuju Tomohon dari Jakarta, untuk memantau langsung aktifitas gunung. “Sebenarnya hari ini (kemarin) saya ada rapat di Jakarta, tapi karena kondisi menghkhawatirkan dengan naiknya aktifitas, maka saya putuskan langsung kemari. Ternyata betul, baru 5 menit saya duduk di Pos Pemantau, Lokon sudah meletus,” kata Surono.

Kendati sempat membuat panik warga, namun letusan tersebut tak sampai menyebabkan terjadinya pengungsian. Menurut Surono, pengungsian tak perlu dilakukan sebab eskalasi ancaman sudah menurun. “Tidak perlu ada pengungsian, sebab status masih tetap siaga, kecuali jika dinaikkan ke awas,” terangnya.

Meski demikian, Surono meminta warga tetap waspada, sebab karakter Lokon kini mengalami perubahan, dimana didahului dengan gempa yang banyak terlebih dahulu kemudian diikuti letusan. 

“Kalau dulu letusan Lokon mudah diprediksi, jika sudah ada gempa banyak pasti terjadi letusan, dan akan berhenti atau stabil lagi dalam jangka waktu lama, kini tidak lagi. Inilah kepastian alam, yang adalah ketidakpastian bagi dia sendiri,” terangnya, sembari meminta warga tidak beraktivitas dalam radius bahaya 2,5 Km.

Sementara itu, Royke Roeroe, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon menjelaskan pemerintah telah mengosongkan seluruh wilayah yang masuk radius bahaya, dan tak ada lagi warga yang beraktivitas disana. “Sekarang tak ada lagi warga yang beraktifitas di radius bahaya, sudah dikosongkan," imbuhnya.

Bahkan untuk menghindari ancaman bahaya terutama dari serangan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), pemerintah langsung membagikan sekitar 8 ribu masker kepada warga terutama bagi mereka yang berada di wilayah Kinilow dan Tinoor. (trn/Jun)

POLITIK

Lihat Lainnya »

HUKRIM

Lihat Lainnya »

LIPU NATON

Lihat Lainnya »

NASIONAL

Lihat Lainnya »