Berita Terbaru :

KOTAMOBAGU

Lihat Lainnya »

BOLMONG

Lihat Lainnya »

BOLTIM

Lihat Lainnya »

BOLSEL

Lihat Lainnya »

BOLMUT

Lihat Lainnya »

SULAWESI UTARA

Lihat Lainnya »
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Ketum Demokrat Restui Ishak Sugeha Calon Walikota

Senin, 05 November 2012

Ketum Demokrat Restui Ishak Sugeha Calon Walikota

Ishak Sugeha
Kotamobagu- Ketua DPC Partai Demokrat Kotmaobagu Ir Ishak Sugeha MT, memproklamirkan diri untuk siap maju di Pilwako Kotamobagu 2013 mendatang. Ia pun diprediksi kuat bakal mengincar posisi papan satu, alias calon walikota.

Keputusan Ishak Sugeha untuk maju di Pilwako Kotamobagu ternyata sudah direstui langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Dengan begitu, bertambah lagi jumlah kandidat kuat untuk papan satu di Kotmaobagu. Setelah sebelumnya hanya empat figur saja yang banyak dielus, yakni Djelantik Mokodompit, Tatong Bara, Muh Salim Landjar dan Jainudin Damopolii.

Bagi Demokrat, meski hanya memiliki dua kursi di dewan KK, namun tampaknya tak akan menjadi penghalang serius. Soalnya, sangat dimungkinkan Partai Barnas bakal berkoalisi. Sehingga genaplah 15 persen kursi untuk bisa mengusung satu paket calon walikota dan wakil walikota.

Ishak Sugeha kepada Media Totabuan kemarin, mengungkapkan pihaknya sebagai partai besar secara nasional  tentu harus selalu siap untuk menghadapi semua iven politik. Baik itu Pilkada, Pileg maupun Pilpres nanti. 

“Berkaitan dengan proses Pilwako. Sebagai kader sekaligus ketua Partai Demokrat KK, sudah tentu saya akan tetap konsisten terhadap sikap dan petunjuk partai untuk ikut maju dalam Pilwako 2013 nanti, “ tegasnya.

“Syukurlah, rencana ini sudah mendapat restu dari Ketum DPP PD Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhi Baskhoro Yudhoyono (Ibas),” ungkap dia lagi. 

Setelah mengantongi restu tersebut, lanjut Sugeha, maka ia sudah langsung melakukan sosialisasi di masyarakat. ”Tentu proses dan mekanisme di internal PD lewat survey juga harus dihargai, sebagai rujukan dan dasar di dalam pengambilan keputusan berupa rekomendasi partai,” ujanrya.

Sebagaimana hasil survey sementara internal PD, elektabilitas  Sekretaris Komisi II DPRD KK ini, masih lebih unggul ketimbang kader lainnya, baik internal maupun external. “Informasi dari kader bahwa survey bisa menjadi modal untuk bertarung nanti,” kata Ishak.

Jika Papa Yogi sapaan akrab Ishak Sugeha, mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin KK ini kedepan, maka politisi yang memiliki disiplin ilmu sebagai teknokrat ini diyakni mampu meraup suara signifikat. Sebab ia dikenals ebagai elgislator yang memiliki segudang ide, gagasan serta program dan kegiatan yang belum tersentuh saat ini. Terutama tentang penataan KK ke depan agar menjadi lebih baik lagi, seperti dengan menghadirkan sarana dan prasarana infrastruktur yang lebih berkualitas.

 “Dengan Bedasarkan slogan ‘Teknokrat Bersih, Cerdas dan Inovatif’, saya berkomitmen menjalankan politik yang bersih, Cerdas dan santunkedepan nanti,”pungkasnya.(idr)

PDIP Kantongi Nama Kandidat di Pilwako

PDIP Kantongi Nama Kandidat di Pilwako
 
Rustam Simbala
Kotamobagu – Sekretaris DPC PDIP Kotamobagu Rustam Simbala menegaskan, pihaknya kini telah mengantongi beberana nama bakal calon walikota maupun wakil walikota yang akan diusung di Pilwako 2013 mendatang. 

Menurut Simbala, pihaknya kini sedang intens melakukan komunikasi politik kepada para kandidat tersebut. “Telah ada beberapa nama yang menonjol baik dari internal maupun ekxternal, termasuk dari kalangan birokrat yang bakal diusung PDIP di Pilwako mendatang,”ujar Simbala.

Meski begitu, Simbala mengatkan pihaknya tak terbutu-buru menetapkan nama calon yang akan diusung. “Karena target PDI-P adalah harus memenangkan Pilwako, sehingga kami masih terus menggodok para bakal calon tersebut,”tuturnya.

Selain itu, politisi asal Kelurahan Matali Kotamobagu Timur (Kotim) ini, berharap dalam Pilwako nanti perbedaan pilihan tidak menjadi perpecahan apalagi sampai merusak tatanan kekeluargaan dan  kekerabatan di Kotamobagu yang dikenal masih sangat menjunjung adat ini. “Kekeluargaan yang sangat  diutamakan. Jangan karena berbeda pilihan menjadikan kita terpecah bela,” pesan Papa Nini’ sapaan akrab Rustam Simbala.(Idr)

Kader PAN Wajib Amankan Tatong

Kamis, 01 November 2012

Kader PAN Wajib Amankan Tatong

Ir Tatong Bara
Kotamobagu – Menjelang Pilwako 2013, kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Kotamobagu mulai merapatkan barisan demi memuluskan langkah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulut Ir Hj Tatong Bara menuju kursi 01.

Hal itu sebagaimana ditegaskan Bob Paputungan ST, Rabu kemarin. Dikatakan, sudah menjadi ketentuan partai untuk turut memberikan dukungan moril maupun materil terhadap rencana partai mengusung Ir Hj Tatong Bara sebagai calon walikota. “Wajib bagi setiap kader untuk mengamankan usungan partai di Pilwako mendatang,” ujar Bob.

Selain itu, Sekretaris DPD PAN KK ini mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan konsolidasi pada semua tingkatan elemen masyarakat. Serta terus melakukan survei kandidat yang layak berpasangan dengan Tatong Bara.

 “Konsolidasi internal maupun eksternal terus dilakukan kader partai serta melakukan survei kandidat papan dua yang layak berpasangan dengan Ibu Ketua (Tatong Bara- red) di pemilihan nanti,” tutur Paputungan.

Dijelaskan juga, belum adanya gerakan Srikandi Kotamobagu yang terlihat di kanca perpolitikan KK karena dirinya sedang melakukan ibadah haji di tanah suci mekah. 

“Ketua DPW saat ini sedang melakukan ibadah haji. Sesuai jadwal, setelah kembali ke Kotamobagu baru mulai menseriusi gerakan politik menuju Pilwako 2013 mendatang,” pungkas wakil ketua DPRD KK ini. (idr)

Djelantik Jadi Rebutan di 2013

Rabu, 31 Oktober 2012

Djelantik Jadi  Rebutan di 2013

Djelantik Mokodompit
Kotamobagu – Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwako) 2013 mendatang, semakin banyak warga menilai sosok Walikota Kotamobagu Drs Hi Djelantik Mokodompit ME, bakal menjadi rebutan kandidat papan dua yang akan bersanding dengan dirinya nanti.

Hal ini dibenarkan oleh Candra Dondo selaku Sekretaris LSM Suara Rakyat Merdeka. 

Menurut dia, pesatnya pembangunan infrastruktur daerah ini selama empat tahun terakhir, merupakan indikator utama keberhasilan kepemimpinan Djelantik. 

“Memang Layak jika Pak Djelantik menjadi rebutan sejumlah bakal calon wakil walikota karena hasil kinerjanya selama empat tahun terakhir sangat banyak dirasakan kalangan masyarakat, khusunya pembangunan infrastruktur jalan yang makin memadai sesuai dengan harapan bersama,” ujar Dondo.

Dikatakan Candra,bahwa belum lama ini beberapa tokoh masyarakat kotamobagu terus mensandingkan Djelantik dengan Politisi maupun tokoh masyarakat yang ada di kotamobagu, sebagai bentuk kepedulianya agar tidak salah memilih pasangan pada Pilwako nanti .

“Tak hanya kalangan generasi muda yang simpatik kepada Pak Djelantik. Tokoh masyaratpun terus mendukung dan memberikan dorongan moril kepada Walikota,” tutur Candra. (idr)

PKPI –KK Siap Unjuk Gigi di 2014

Selasa, 30 Oktober 2012

PKPI –KK Siap Unjuk Gigi di 2014

PKPI KK Siap Bertarung
Kotamobagu - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Kotamobagu,setelah di umumkan oleh KPU Pusat lolos dalam verifikasi administrasi minggu kemarin,saat ini menyatakan kesiapan untuk bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 nanti.

Ketua DPC PKPI Kota Kotamobagu Denny Dimpudus mengatakan dengan di umumkanya hasil verivikasi administrasi oleh KPU Pusat minggu kemarin dirinya bersama dengan pengurus menyatakan kesiapan dalam pesta demokrasi Pemilu 2014. ”Kami siap untuk bertarung di Pemilu 2014,” kata Denny.

Tak hanya itu pula Denny juga menyatakan kesiapan PKPI dalam mensukseskan Pilwako Kota Kotamobagu.Sesuai dengan perolehan suara pemilu tahun 2009 lalu PKPI meraih suara mencapai 1055 suara,dengan data tersebut sehingga Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Kotamobagu yang di Ketuai oleh Denny Dimpudus siap membuka peluang kepada Partai-partai yang ingin berkoalisi untuk mengusung pasangan dalam Pilwako Kota Kotamobagu nanti. “Kami menerima Koalisi kepada partai-paratai yang ingin bergabung dengan PKPI untuk Pilwako KK,” Ungkap Denny.

Kesiapan partai dalam menyukseskan Pilwako KK 2013 saudah dipersiapkan matang oleh seluruh pengurus Partai sehingga PKPI dinilai mampu untuk dapat berkoalisi dengan partai mana saja yang ingin bekerja sama dalam mengusung pasangan kiandidat di pilwako nanti. “ Kesiapan kami dalam Pilwako KK nanti sudah Matang,” lanjut Denny. (m-06)

JaDi Bawa Perubahan

Senin, 29 Oktober 2012

JaDi Bawa Perubahan
Masyarakat Kenal JaDi Lewat Media 

Drs Jainudin Damopolii
Kotamobagu – Bakal Calon Walikota Kotamobagu Drs Hi Jainuddin Damopolii (JaDi) terus menuai dukungan di kalangan masyarakat Kota Kotamobagu (KK). Banyak masyarakat berdo’a, kehadiran JaDi dapat membawa perubahan untuk daerah dan masyarakat KK ke depan.

Menurut warga Kotamobagu Barat (Kobar), Ranti Potabuga, meskipun dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan JaDi namun ia yakin kalau mantan birokrat senior itu bisa menciptakan peningkatan ekonomi kerakyatan dan taraf hidup masyarakat.

“Memang saya tidak dikenal oleh Pak Jainuddin, karena sayapun kenal sosoknya melalui pemberitaan di media. Kami masyarakat kecil ini pun turut mendo’akan agar kehadiran figur seperti Jainuddin menjadi terdepan memperhatikan masyarakat menenengah ke bawah,” tuturnya.

Potabuga juga menilai, jika terpilih nanti, JaDi tidak akan mengorbankan Pegawai Negri Sipil (PNS). Karena JaDi pun sudah memahami susah dan senangnya profesi seorang PNS. “Tak hanya kami masyarakat maupun pengusaha yang berharap agar Papa Et (sapaan akrab Jainuddin Damopolii- red), bisa memimpin daerah ini. 

Tapi juga PNS pasti akan mengharapkan sosok seperti itu karena dengan pengalamanya merasakan asam-garanya selama menjadi birokrat. Pasti dia akan mengutamakan juga kepentingan PNS,”ujar Potabuga Minggu (28/10) kemarin.

Warga Kotamobagu lainnya bernama Yanti memuji kerendahan hati JaDi sehingga ia begitu mudah membaur dengan rakyat di segala tingkatan. 

"Ya, dia sudah membuktikan bahwa dirinya memperhatikan kesejateraan masyarakat dengan membangun beberapa SMK maupun akademi demi menunjang dunia pendidikan di KK. Jika masyarakat berilmu dan sehat, maka kesejateraanpun bisa tercapai sebagaimana keinginan kita semua,” tambah Yanti.(idr)

Yusra : TPAPD Wajib Hukumnya Untuk Dibayarkan

Selasa, 23 Oktober 2012



Yusra : TPAPD Wajib Hukumnya Untuk Dibayarkan

Kotamobagu- Pembayaran Tunjangan Penghasilan Aparat pamong Desa (TPAPD) kepada seluruh aparat desa yang melakukan pengabdian terhadap pemerintah daerah wajib hukumnya untuk di bayarkan oleh pemerintah daerah.

Ketua Komisi I DPRD Bolmong Yusra Alhabsy mengataka bahwa Untuk TPAPD sejumlah aparat desa yang ada di kabupaten Bolmong wjib hukumnya untuk di bayarkan oleh pemerintah darah.”Tunjangan Aparat desa Wajib Untuk Dibayarkan,” tutur Yusra.

Dikatakannya pula bahwa untuk tunjangan dari aparat desa sudah melalui proses penganggaran yang sudah di perdakan.perlu untuk di lakukan pembayaran untuk pengabdian dari dari seluruh Aparat desa yang ada di Bolaang Mongondow. 

meskipun menurut yasra itu hanyalah tunjangan namun hal tersebut perlu adanya tindak lanjut pemerintah daerah dala melakukan pembayaran karena dinilai bahwa untuk dana pembayaran TPAPD jelas keberadaanya di APBDkan.

“ Dana TPAPD jelas keberadaannya di APBD untuk itu pemda harus melakukan pembayaran rutin kepada aparat desa,”tutur Yusra.

ditekankannya kepada Pemerintah Bolmong untuk pembayaran TPAPD kepada aparat desa tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan pembayaran dikarenaka untuk pembayaran TPAPD sudah di tata dalam APBD,maka wajib hukumnya kepada pemda untuk melakukan pembayaran.(m-06)

Gugatan Tjia Ditolak PN Kotamobagu

Kamis, 05 Juli 2012

Dikembalikan ke Internal Partai
 
Kotamobagu
– Kisru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait dengan Gugatan Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Bolmong Hi Yacobus Jemmy Tjia, kepada partai yang pernah mebesarkannya itu, akhirnya tak dikabulkan oleh pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, Aris Bawono Langeng, ketika dikonfirmasi mangatakan, PN Kotamobagu, Selasa (03/07) pekan ini, telah memutuskan bahwa gugatan Jemmy Tjia, NO atau tidak dapat diterima. “Gugatan Jemmy Tjia, diputus dengan amar antara lain gugatan tidak dapat diterima (NO),” kata Aris, Rabu (04/07) kemarin.

Aris menambahkan, gugatan Tjia itu, dikembalikan kepada partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri, berlambangkan moncong putih. “Dengan pertimbangan antara lain, dikembalikan ke internal partai,” tutur Aris.

Sementara ditempat terpisah, Sekertaris DPC PDIP Bolmong Welty Komaling mengatakan, PDIP Bolmong, akan melakukan konsuiltasi dengan DPP PDIP terkait dengan keputusan PN Kotamobagu soal gugatan Jemmy Tjia yang diputus tidak dapat diterima atau NO. “Kami akan melakukan konsultasi ke DPP PDIP untuk mempertegas kembali putusan PN Kotamobagu,” kata Welty.

Ditambahkannya lagi kalau keputusan partai sudah bulat dimana sudara Jemmy Tjia telah dipecat oleh PDIP “Intinya bahwa saudara Jemmy, telah dipecat dari PDIP,” tegasnya.

Mantan Ketua Fraksi PDIP Bolmong, Herman Kembuan, menyambut baik keputusan dari PN Kotamobagu itu serta menganggapnya merupakan keputusan yang tepat. “Itu keputusan yang tepat,” kata Herman.

Lanjut Herman, dalam urusan pemecatan Jemmy Tjia, merupakan urusan partai dan harus diselesaikan secara internal partai. “Jadi pemecatan adalah urusan partai,” ucap Herman.


Dirinya menjelaskan, jika Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu terkait dengan Pergantian Antar Waktu (PAW) saudara Jemmy Tjia, sudah merupakan keputusan yang tepat. “Atas dasar keputusan ini, berarti SK Gubernur sudah tepat,” jelasnya.


Sementara itu, Hi Yacobus Jemmy Tjia ketika dikonfirmasi terkait keputusan PN Kotamobagu atas gugatannya, tidak mau mengomentarinya. “Colindoun dulu,” kata Tjia. (gts/sm)

Yusra Pimpin Komisi I DPRD Bol-Mong

Rabu, 20 Juni 2012


Yusra Al-Habsyi SE
Kotamobagu – Meskipun masih tergolong politisi muda, juga wajah baru dalam lingkungan parlemen, tapi Yusra Alhabsyi SE, mampu meyakinkan teman-temannya di Komisi I DPRD Bolmong, sehingga Ketua Komisi diraihnya. Padahal, pemilihan Ketua berjalan alot, tapi kepiawaiannya dan santun berpolitik, akhirnya Komisi bergengsi di Dewan ini jatuh ditangan Yusra. 

Melihat keterwakilan parlemen, Yusra adalah satu-satunya kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bolmong.

 tapi kenyataan politik berkata lain, dan Selasa (19/06) kemarin, sekitar pukul 14.00 wita diruang Wakil Ketua DPRD Bolmong Hi Yacobus Jemmy Tjia, mantan aktivis mahasiswa ini mampu mengalahkan semua rivalnya yakni, I Ketut sukadi. Akhirnya, perolehan suara 5 berbanding 4 dan dimenangkan politis alumni Fakultas Ekonomi Unsrat Manado.

Meski kini dipercaya memimpin Komisi I, namun mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado ini, mengatakan terpilihnya dia berarti menambah tugasnya di parlemen. Juga dia sempat berucap syukur, karena diberi kesempatan membaktikan diri di Dewan Bolmong untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Saya bersyukur atas jabatan kali ini,” kata Ucan, sapaan akrab Yusra Alhabsyi.

dia juga meminta kepada masyarakat, agar menegurnya bila dalam menjalan tugas dinilai keliru. Sebab, sebagai wakil rakyat tentu yang diperjuangkan adalah amanah. “Ini merupakan amanat yang harus diemban, dan insyaallah saya mampu serta menjalankannya sesuai dengan aturan,” ucap Ucan.

Dia juga berterima kasih kepada seluruh anggota DPRD Bolmong, khusunya kepada personil Komisi I yang telah mempercainya untuk menjadi ketua. “Ini tidak lepas dari bantuan rekan-rekan saya di DPRD Bolong juga,” imbuhnya.

Yusra juga berharap selama dirinya menjadi Ketua Komisi I, selalu mendapat dukungan dari semua element masyarakat dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPR khusunya Komisi I. “Saya mohon dukungan dari berbagai pihak untuk Komisi I,” pinta Yusra.

Sementara itu, salah satu warga Bolmong Sarif Djafar, mendukung Ketua Komisi I yang baru saja terpilih Yusra Alhabsyi. “Saya mendukung Yusra, apa lagi beliau merupakan politisi muda yang tidak diragukan lagi kemempuannya,” ujar Sarif, yang juga warga Kecamatan Bolaang.

Dia berharap agar kinerja Komisi I dibawah pimpinan Yusra Alhabsyi, lebih baik lagi dari yang sebelumnya. “Kinerja Komisi I sebelumnya sudah baik, nanun saya berharap agar Komisi I yang dipimpin kaum mudah lebih baik lagi,” ketusnya.

Sarif juga menjelaskan jika saat ini sudah wajar kaum muda menunjukan eksistensinya diberbagai posisi strategis termasuk dalam panggung politik. “Sadah saatnya kaum mudah menunjukan kemampuannya,” ujar Sarif. 

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Media Lipu Totabuan, yang terpilih dalam rolling Komisi I dengan komposisi Ketua Yusral Alhabsyi, Wakil Ketua Eliser Nangkoda dan Sekertaris Bobby Mokodompit.(gts
/Gz)


Benny Rhamdani Ternyata Salah Satu Otak Pendudukan DPR RI

Minggu, 27 Mei 2012

Refleksi 14 Tahun Reformasi 
Masih ingat dengan gerakan nasional reformasi yang digulirkan oleh ratusan ribu kaum muda, yang terciri dari sejumlah organisasi masyarakata maupun mahasiswa. Siapa sangka, dibalik aksi yang cukup menggemparkan secara nasional tersebut pada Mei 1998 lalu, salah satu legislator yang kini duduk di DPRD Provinsi yang merupakan utusan Bolmong Raya, ternyata menjadi salah satu actor yang cukup berperan dalam gerakan yang pada akhirnya melengserkan Soeharto setelah 32 tahun memimpin Indoensia. Dialah Benny Rhamdani, sosok yang dikenal sebagai salah satu ‘singa podium” di DPRD PRovinsi Sulut tersebut, ternyata memiliki segudang pengalaman ketika menumbangkan rezim Soeharto.

Perjuangan dalam membela hak-hak rakyat kecil yg dimarginalisasi secara ekonomi, mengalami ketidakadilan dalam penegakkan Hukum, hingga rakyat yang tergusur dan dirampas hak-hak kepemilikan tanahnya atas nama kepentingan umum, kadang ia lakukan dengan cara yang tidak lajim dan bahkan dianggap 'haram' oleh penguasa orde baru saat itu.

Mulai dari penggalangan Rakyat miskin dan tertindas hingga aksi-aksi demonstarasi yg dilakukannya, tidak segan-segan langsung menembak jantung kekuasaan. Sehingga tidak heran jika Ia dicatat sebagai Musuh Orde baru no 1 di Sulawesi Utara.

Perjuangan Brani-sapaaan akrab Benny, berawal ketika melakukan diskusi dikampus pada bulan November tahun 1997.
"Diskusi ini pun digelar ditiap-tiap kampus diseluruh Indonesia," ungkap Benny.
Hasilnya, dari diskusi itu, mereka meminta agar seluruh yang dibicarakan bisa dibawa ke Jakarta. Benny sendiri kemudian berangkat ke Jakarta mewakili Unsrat pada bulan Januari 1998 untuk melakukan perlawanan terhadap rezim Soeharto.

"Walaupun saat itu, pemimpin Unsrat tidak sependapat dengan perjuangan," katanya.

Di Jakarta, dirinya kemudian melakukan aktivitas perjuangannya di Universitas Indonesia (UI), dengan melakukan orasi yang mengajak mahasiswa UI untuk turun berjuang bersama dengan mahasiswa lainnya. Di kampus ternama itu, Benny kemudian menunjukkan salah satu aksi yang bisa dikatakan ‘Gila’, dengan cara menyayat tangannya menggunakan silet.

Seketika itu, dia pun kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 24 jahitan pun harus menutupi luka akibat kegilaanya tersebut. Perjuangan di UI awalnya terkesan sia-sia karena kampus kuning itu ternyata mempunyai moto kampus perjuangan orde baru.

"Mereka saya minta untuk bertanggung jawab karena telah melahirkan rezim orde baru," tegasnya.

Kegilaan lainnya untuk merubah sebuah sistem pun tak hanya berhenti disitu saja. Dia bersama seorang temannya bernama Wahab Talaohu(aktisis'98 dari Univeritas Jakarta) melakukan aksi Mogok Makan selama 5 Hari di Halaman Kantor YLBHI-Jakarta. Walaupun akhirnya Ia bersama temannya harus dilarikan dengan menggunakan 2 mobil Ambulance, dan diantar langsung oleh Munir dan Adnan Buyung Nasution(Keduanya dikenal sebagai pejuang Demokrasi dan Kemanusiaan) ke Rumah Sakit ST. Carollus, karena harus mendapatkan perawatan serius setelah 'tumbang' di hari Ke-5 karena aksi mogok makan tersebut.

Di RS, Benny Rhamdani yang baru menjalani perawatan kurang lebih 3,5 jam langsung dilarikan dari Rumah Sakit dan disembunyikan selama 1 Minggu di Rumah Gusdur  di Ciganjur, sehubungan munculnya isu rencana penculikan kepada dirinya dan Wahab Talaohu oleh 'pihak tertentu'.

Apa yg dilakukan para aktifis mahasiswa, khususnya di Era Orde Baru, bukan berarti tanpa resiko. Begitupun yg dialami Benny Rhamdani. Di sulawesi Utara, Benny Rhamdani tidak sekedar menjadi musuh Penguasa, tapi kelompok kapitalis dan Pengusaha yang merasa terganggu kepentingan bisnisnya, menganggap bahwa Benny Rhamdani adalah orang yang harus 'Dihabisi'.

Karena itulah, pada tahun 1997, Benny Rhamdani dan Keluarganya Hampir menjadi Korban Rencana Pembunuhan, selain Rumah Kakaknya di perkamil yang menjadi tempat menumpang dengan anak istrinya di hancurkan oleh para Preman Bayaran yang menyerbunya pada jam 03.00 subuh hari.

Dilevel Gerakan Nasional, Benny Rhamdani dicatat dan dikenal oleh teman-teman seangkatannya sebagai aktifis 'Gila'. Ide dan gagasan-gagasannya perlawan yg ditawarkan dalam diskusi-diskusi selalu Gerakan bersifat Aksi alternatif yang disitilahkannya sebagai 'Kanalisasi Isu dan Revolusi Situasi". Sehingga Aktifis'98 sekelas Adian Napitupulu(Ketua Forkot), menjulukinya sebagai aktifis yg melahirkan teori Eksperimentasi.

Adnian saat diwawancarai mengaku mengenal Benny saat berdemo pertama kali di UI. Ketika itu dia kaget melihat seorang pemuda melakukan aksi nekat menyayat tangannya dengan silet. "Disitu saya hanya mengenal begitu saja tidak terlalu dekat. Setelah itu saya mendengar pria itu melakukan aksi mogok makan," ucapnya.

Perkenalan mereka pun berlanjut ketika Adnian dan Benny Rhamdani mengusulkan kepada sejumlah mahasiswa dalam diskusi agar perjuangan dilanjutkan dengan cara menduduki kantor DPR RI.

"Awalnya saya yang mengusulkan disetiap diskusi di beberapa kampus, tapi selalu ditolak. Nah, di satu kampus di Jakarta Selatan, saya mengusulkan itu, tapi tetap ditolak, namun Benny pun menyarankan agar mencobanya," terangnya.

Nah, berbicara mengenai Reformasi, Benny pun mengatakan bahwa agenda itu telah dibelokan dari rel yg sebenarnya dan dari semangat yang melatarbelakangi kelahiran Reformasi yang sesungguhnya.

Menurutnya, cita-cita Reformasi telah dibajak dan dikhianati kaum elit yang hari ini berkuasa dan mereka yang menjadi penyelenggara negara yang sebenarnya bisa berkuasa karena adanya reformasi itu sendiri.

"Dengan situasi dan kondisi bangsa ini sudah semakin memburuk. Kapal yang bernama Indonesia sudah bocor-bocor dan tinggal menunggu tenggelam. Masa depan masyarakat kita berada pada lorong gelap," ucapnya. Untuk keluar dari situasi ini, lanjutnya,  hanya ada dua pilihan

Pertama, melalui cara konstitusional Pemilihan Umum baik Legislatif maupun presiden. Ini harus dengan cara mementuk Penyelenggara Pemilu Independen yang orang-orangnya tidak bermental Bandit atau rampok. Masyarakat juga harus mengawasi proses demokrasi secara ketat melalui seluruh tahapan, dan Pilih calon legislatif dan Presiden yang memiliki rekam jejak positif, yang menawarkan Program Pro Rakyat, dan memiliki nasionalisme yang tinggi serta ideologi yang anti Neoliberalisme dan Kapitalisme.

"Karena denga cara inilah, maka kita akan menjadi Bangsa sebagaimana yang dicita-citakan Soekarno, yaitu Bangsa yg Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi dan Berkepribadian secara Budaya. Jika gagal melalui cara konstitusional, maka tidak ada pulihan lain, satu-satunya cara yang harus dilakukan adalah Revolusi," tegasnya. (*/Jun/Dhink)

PKS Belum Tentukan Calon

Senin, 09 April 2012

Pilwako KK


Kotamobagu – Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwako), Kota Kotamobagu 2013 mendatang. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), belum menentukan kandidat yang bakal diusung partainya.

Seperti disampaikan, Jufri Limbalo SS,  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yang tak lain kader PKS KK. Dimana sampai sekaran internal partai masih menunggu kader yang layak diusung. “Belum ada penentuan dari partai mengenai kandidat yang bakalan di usung, kita masih melihat kandidat yang layak,”tegas Limbalo.

Selain itu, Limbalo menerangkan, bahwa partainya tidak tergesah-gesah untuk menentukan sikap untuk mengusung kandidat karena salah satu keinginan partai agar, dapat memenangkan Pilwako. “Tentunya keinginan kita kandidat nanti dapat menang di Pilwako,”ungkapnya.

Kemungkinan  karena PKS  tidak mencapai satu fraksi untuh  dalam perolehan kursi di Dekot pada pemilihan legislative 2008 lalu dan secara undang-undang yang punya hak untuk mengusung kandidat itu. Hanya yang punya fraksi utuh dan Fraksi Gabungan (Fargab), makanya sampai saat ini PKS masih banyak pertimbangan untuk kandidat 2013 nanti.   

Sementara Nayodo Kurniawan SH, selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada sosialisasi beberapa pekan lalu. mengatakan, barang siapa yang ingin ikut dalam perhelatan Pemilihan kepala daerah sudah bisa mensosialisasikan diri.(Dar/DP)            

POLITIK

Lihat Lainnya »

HUKRIM

Lihat Lainnya »

LIPU NATON

Lihat Lainnya »

NASIONAL

Lihat Lainnya »