Berita Terbaru :

KOTAMOBAGU

Lihat Lainnya »

BOLMONG

Lihat Lainnya »

BOLTIM

Lihat Lainnya »

BOLSEL

Lihat Lainnya »

BOLMUT

Lihat Lainnya »

SULAWESI UTARA

Lihat Lainnya »

Antrian di SPBU Disebabkan Keterlambatan Passokan BBM

Selasa, 13 November 2012


Antrian di SPBU Disebabkan Keterlambatan Passokan BBM


Kotamobagu – Antrian panjang kendaraan yang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota Kotamobagu, disebabkan adanya kelangkaan BBM, mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Kotamobagu.


Antrian BBM
Hal ini tercermin dari pernyataan Kepala Bagian  Ekonomi Pemkot Kotamobagu Hidayat Mokoagow SA ME, kepada Media Totabuan via seluler Senin (12/11) kemarin, “Memang itu diserbabkan adanya kelangkaan karena keterlambatan masuknya pasokan minyak,” ungkap Hidayat.

Dirinya pun mengatakan bahwa hal itu bukan hanya terjadi diwilayah Kotamobagu, “Ditempat lain juga terjadi hal seperti ini,” katanya.

Meski demikian Hidayat mengatakan pihak Pemkot Kotamobagu sudah berupaya menghubungi pihak prtamina Manado, “Sudah ada upaya dan langka-lanmgkah dengan pihak pertamina Manado agar beberapahari kedepan hal ini sudah bias teratasi,” tandasnya (kon/Jm)

Tarkam Doloduo-Ikhwan Juga Pecah



Tarkam Doloduo-Ikhwan Juga Pecah
Satu Orang Kena Senapan Angin

Inja Kaida warga Ikhwan yang tekeena senapan angin, saat dirawat di RSDB Kotamobagu.(foto:mt/marshal)
Kotamobagu– Kapolres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno SIK benar-benar mendapat tantangan dalam tugasnya membawahi jajaran kepolisian di lima daerah di Tanah Totabuan. Lihat saja, setelah Tambun-Imandi mulai mereda, Minggu malam lalu terjadi dua tarkam di dua daerah yang berbeda. 

Yakni pertikaian seumlah warga di Desa Doluduo dan Desa Ikhwan Kecamatan Dumoga Barat Kabupaten Bolmong. Kemudian bentrok antara massa antara Desa Poyowa Kecil dan Kelurahan Mongondow.

“Saya baru saja memantau situasi di Dumoga karena pertikaian sejumlah warga di Desa Doloduo dan Desa Ikhwan. Tapi langsung datang di sini (Poyowa Kecil-Mongondow) karena mendengar ada betrokan lagi,” kata Enggar saat ditemui perbatasan Poyowa Kecil-Mongondow, pada Senin (12/11) dinihari sekitar pukul 01.30 WITA.

Saat itu, Enggar didampingi Wakapolres Kompol Rustanto. Datang juga Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Mujiharto.

Infomrasi lain yangdieproleh media ini,, pertikaian massa antara Desa Doloduo dan Desa Ikhwan menimbulkan satu korban yang terkena tembakan senapan angin. Yakni Inja Kaida, dari Desa Ikhwan. Ia terkena peluru senapan angin di bagian paha kanan dan langsung dilarikan di RS Datoe Biangkang Kotamobagu.

Mendapat khabar itu, wartawan media ini bersama sejumlah anggota polisi yang ada diperbatasan Pocil-Mongondow langsung menuju RSDB. Di sana, Inja Kaida masih terbaring di UGD RSDB, dengan luka di paha kanannya.

Tak lama berselang, petugas medis pun membersihkan luka korban, untuk kemduian mengeluarkan peluru senapan angin yang masih bersarang dalam daging korban.(ite/m-11)

Tarkam Pocil - Mongondow, Satu Tewas

Tarkam Pocil - Mongondow,
Satu Tewas Seorang Polisi Kena Batu di Mata
Dua Warga Dikabarkan Kena Tembak

Candra Suot (16) Korban Tarkam Poyowa Kecil dan Mongondow
Kotamobagu- Tarkam sejumlah warga dari Desa Poyowa Kecil (Pocil) dan Kelurahan Mongondow di Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu, pecah pada Minggu (11/11) menjelang tengah malam. Seorang pemuda Pocil bernama Chandra Suot (16) yang juga siswa SMKN 1 Kotamobagu, tewas. Selain itu, seorang anggota polisi dari polres Bolmong dikhabarkan menjadi buta karena kena lemparan batu di mata, dan harus dirujuk ke Manado.

Adapun penyebab tewasnya Chandra sampai berita ini diturunkan tadi malam, masih simpang siur. Ada yang menyebut, ia diduga terkena tembakan peluru nyasar. Sedangkan dari penuturan dari seorang petugas polisi di TKP, saat ditemui media ini pada Senin dinihari sekitar pukul 01.30 WITA ketika pertikaian usai, korban diduga terkena tombak. “Karena lukanya tidak beraturan,” kata seorang anggota polisi yang ditemui media ini di perbatasan kedua desa.

Sementara Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Gunawan SIK ketika dikonfirmasi mengenai penyebab tewasnya korban, dengan sopan meminta medi ini untuk menanyakan langsung kepada Kapolres. “Soal itu bisa ditanya langsung kepada Kapolres,” kata Gunawan saat ditemui di perbatasan kedua kampung yang bertikai, Senin siang kemarin sekitar pukul 14.00 WITA.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan tadi malam, Kapolres Bolmong belum mengeluarkan pernyatan resmi terkait penyebab tewasnya korban. Beberapa kali dihubungi melalui ponsel, belum dijawab.

Sebelumnya, pada Senin dinihari sekitar pukul 01.30 WITA pasca pertikaian terjadi, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Rustanto SIK, ada juga Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Mujiharto langsung turun di perbatasan kedua kampung yang bertikai. 

“Saya baru datang dari Dumoga, memantau situasi di Desa Doloduo dan Desa Ikhwan. Jadi saya belum tahu persis penyebab pertikaian ini.”kata Kapolres malam itu, saat ditanya media ini.

Data lainnya yang diperoleh di TKP menyebutkan, selain timbulnya korban tewas akibat tarkam, dua orang polisi juga terkena lemparan batu. Brigadir Awaludin Paputungan terkena batu di dada, dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit.

Yang cukup parah, seorang polsi lainnya rekan Awaludin (belum diketahui namanya, red) terkena lemparan batu di bagian mata. Akibatnya, retina matanya sempat pecah sehingga diduga kuat akan jadi buta. Ia pun harus dirujuk di Manado untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. “Ia dirujuk ke RS Prof Kandow Manado. Analisa awal, retina mata pecah,” kata Kapolres saat dikonfirmasi media ini. 

Informasi lainnya yang dihimpun di TKP pada Senin dinihari itu menyebutkan, pertikaian berawal ketika ratusan warga dari Desa Poyowa Kecil meringsek masuk ke wilayah Kelurahan Mongondow. Mereka hanya sampai di pertigaan, karena sudah dihalau puluhan warga dari Mongondow. Massa dikhabarkan membawa sejumlah senjata tajam, termasuk tombak dan parang. Ada juga yang saling serang dengan menggunakan batu.

Aparat kepolisian dari Polsek Urban Kotamobagu pun langsung turun untuk mengamankan situasi. Namun karena jumlah personel tak begitu banyak, mengingat sebagian polisi bertugas di Dumoga, sehingga masih harus ditambah dengan aparat dari Polres Bolmong. Beberapa saat kemudian, sejumlah polisi yang bertugas di Dumoga datang lagi memberi bantuan, sehingga pertikaian mulai meredah, karena massa kedua kampung berhasil dipukul mundur aparat.

Sementara itu, Kapolsek Kotamobagu Kompol Gunawan SIK ketika ditemui di posko polisi di perbatasan Pocil-Mongondow Senin siang kemarin, menyampaikan bahwa situasi sudah berangsur kondusif. “Tadi jam 10 (pagi), Kami sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah kedua kampung yang bertikai, bersama tokoh masyarakat, juga pemerintah kecamatan,” kata Gunawan sambil berharap agar warga kedua kampung dapat menahan diri, demi mencegah jangan sampai terjadi bentrok susulan.(ite/m-09)

Kinerja Empat SKPD di Sorot

Selasa, 06 November 2012

Kinerja  Empat  SKPD di Sorot
Di Temukan Banyak Proyek Belum Selesai

Boroko – Dinas pekerjaan umum (PU) Kimparswil, dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas pertanian perkebunan, peternakan dan dinas kehutanan  di sorot soal kinerja mereka .

Pasalnya,kinerja pimpinan empat SKPD ini dinilai tidak maksimal dalam tugas mereka. Terbukti dalam pelaksanaan proyek puluhan rupiah, masih banyak proyek yang belum selesai. Seperti contoh, proyek pekerjaan kantor dewan Kabupaten (Dekab) dan Sekretaris Dewan hingga masuk tahap III dengan anggaran Rp 6,7 Miliar kini belum selesai dikerjakan.

“Ini telah menyalahi aturan,”ujar Arifin Bolota aktifis muda Bolmut.

Kadis PU Ir Diedik A Sutopo ketika dikonfirmasi menjelasan, proyek yang ada dalam proses pengerjaan, bahkan ada waktu pemeliharaan selama 6 bulan.

“Tidak mungkin jika belum selum selesai telah dicairkan, dan ini akan dikerjakan hingga selesai dengan sesuai dana yang ada,”jelas Didiek.

Lain halnya yang dikatakan oleh kadis Pertanian Ir Saeroji. Dia mengaku jika di instansi yang ia pimpin ada pekerjaan yang belum selesai.Tetapi masih ada waktu tidak mungkin instansi teknis akan mencairkan anggaran jika tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Di Tempat terpisah, Kadikpora Bolmut, Dra Fatsoen Bata, mengatakan bahwa pihaknya terus memacu proyek hingga november ini akan selesai dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Jika ditemukan kejanggalan, ini adalah tanggung jawab pihak kontraktor atau pihak ketiga,”tegas Bata. Kepala Inspektorat Bolmut, Ny Meyke Macpal SE Ak ketika dikonfirmasi akan merampungan audit pada November ini yang berhunbungan langsung dengan pihak ketiga,”tutur Macpal.(gts/hsd)

Lahan Desa Lalow Jadi Incaran

Lahan Desa Lalow Jadi Incaran

Pejabat dan Mantan Pejabat Pemilik Lahan

Tanah di Kompleks Kantor Bupati Desa Lalow yang banyak di Kapling Pejabat
Lolak-Seiringan  dengan bertambahnya penduduk serta upaya perluasan Desa, sejak beberapa waktu lalu di lokasi lahan-lahan milik Negara. Pemerintah Kabupaten Bolaang  Mongondow  mengupayakan melakukan pembebasan lahan  untuk diberikan  kepada warga kurang mampu.Namun  belakangan ini usaha ini justru di manfaatkan sekelompok orang  untuk mendapat keuntungan. Untuk itu,pemerintah di minta untuk segera melakukan penertiban.

Dari sejumlah informasi yang  di peroleh media ini mendapatkan,bahwa sejak beberapa tahun lalu banyak warga yang telah meklakukan pengaplingan tanah yang masi milik negara itu,yang hanya berdasarkan petunjuk aparat desa.bahkan di kabarkan di beberapa titik pembagian lahan  merupakan  milik satu orang  saja serta ada yang telah mendapat pembagian lahan menjualnya  kepada orang lain,setela itu melakukan pengaplikan kembali.dan du duga di lakukan secara illegal ,mengingat selain pembebasan yang di lakukan oleh Pemerintah di tahun 1910 an, belum ada lagi penyayatan yang di lakukan.

Bahkan  poarahnya lagi akhir-akhir ini,banyak para pejabat  serta  mantan Pejabat mulai berdatangan  dan mengaku sebagai pemilik lahan serta lengkap dengan sertifikat kepemilikan.
Mendengar informasi ini Marjan Paputungan yang  juga tokoh masyarakat lolak ini pun turut angkat bicara, “Hal ini sudah seharusnya di ambil alih oleh pemerintah mengingat  terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.situasi ini memang cukup berpotensi memancing  tergangunya stabilitaas  warga.apalgi pembebasan lahan yang seharisnya di berikan kepada keluarga tidak mampu namun ternyata banyak Oknum pejabat serta mantan Pejabat mengaku sebagai pemilik lahan di lokasi tersebut.belum lagi masaala kepemilikan lahan yang Doble,untuk itu sbelum ini menjadi parah harus sesegera mungki8n untuk di lakukan penertiban”Pungkas pria di sapa Hj Marjan ini.     

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemkab Bolmong Farid Asimin MAP saat di konfirmasi mengatakan, “Saya baru mendengar jika ada beberapa oknum pejabat serta mantan pejabat yang mengak memeiliki lahan di lokasi tersebut.kami juga berterimah kasi jika ada yang mengingatkan hal- semacam ini kepada kami.dan saya juga agan segera mekoordinasikan persoaln ini dengan Bupati Untuk mencarikan jalan keuarnya mengatisipasi hal kita tidak harapkan bersama” Tutup Farid.(mg7/ DP)  

SKPD Kotor Bakal Ditindak

SKPD Kotor Bakal Ditindak

Kotamobagu – Himbauan Walikota Kotamobagu kepada seluruh Instansi maupun warga, untuk terus menjaga kebersihan dilingkungannya masing-masing, memasuki penilaian tahap pertama (P1) Adipura yang mulai digelar kemarin, sepertinya tidak diindahkan oleh sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Betapa tidak, berdasarkan pantauan
Media Totabuan, senin (05/11) kemarin, di dalam Kantor SKPD yang berlokasi di jalan kampus Kelurahan Mogolaing, kondisinya sangat kotor. 
Doly Dzulhadji

Terutama di depan ruangan eks kantor BP4K. Hal seperti ini pun dianggap bisa menjadi salah satu kendala Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) untuk menggapai cita-citanya yakni meraih trhopy adipura untuk yang ke dua kalinya.

Assisten I Bidang Pemerintahan Setda Kotamobagu Dolly Djulahadji ketika dikonfirmasi tentang hal ini, mengaku akan menindak tegas SKPD yang dianggap tidak kooperatif dalam menyukseskan cita-cita daerah tersebut.

“Terima kasih atas informasinya, nanti akan kita cek lagi, jika terbukti maka SKPD tersebut akan dikenakan sanksi tegas,” ujar Dolly.

Lebih lanjut, Dolly menjelaskan jika sebelumnya Walikota telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kantor SKPD tersebut, dan telah memerintahkan seluruh penghuni SKPD, untuk melakukan pembenahan terutama soal kebersihan.

 “Walikota sebelumnya telah menyidak dan memerintahkan SKPD untuk membersihkan semua sampah di kantor itu, namun jika masih kotor seperti yang terjadi saat ini, berarti mereka (SKPD) tidak ada tindak lanjut atas perintah Walikota tersebut,” pungkasnya. (m-03/Jm)

P-BMR Belum Belum Masuk ke Mendagri

P-BMR Belum Belum Masuk ke Mendagri

Salah Satunya Usulan Provinsi Minahasa Raya

USULAN pembentukan provinsi Minahasa Raya, rupanya sudah di meja Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Calon provinsi baru ini, masuk dalam 33 daftar yang sudah masuk di Kemendagri. Sayangnya, usulan Provinsi Bolmong Raya (PBMR) yang tengah ramai dibicarakan rakyat Totabuan, hingga kemarin belum juga terdaftar.

Bila saja usulan calon Provinsi Minahasa raya yang akan dibahas lebih dulu kemudian disetujui, tentu ini akan menjadi beban serius bagi warga Totabauan. Sebab mana mungkin lima daerah di Bomong Raya, masih masuk wilayah provinsi Sulut, namun dipisahkan oleh satu provinsi.

Selain Calon Provinsi Minahasa Raya, satu daerah tetangga BMR yang juga telah memasukkan usulan adalah Provinsi Gorontalo yang mengusulkan pembentukan Provinsi Gorontalo Tomini Raya.

Keberadaan usulan 33 pembentukan 33 provinsi tersebut dibenarkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan. "Di meja saya ada usulan 33 provinsi lagi," kata Djohermansyah Djohan dalam diskusi di yang diselenggarakan Ikatan Serjana Nadhatul Ulama di PBNU, Jakarta, Senin (5/11)

Menurut dia, kalau 33 usul provinsi baru itu terwujud juga, Indonesia akan memiliki 67 provinsi. "Selamat datang 67 provinsi," katanya.

Dari semua proposal usulan itu, Djohermansyah mengakui ada beberapa yang obyektif dan rasional dalam memotret potensi dan kelayakan daerah baik dari segi kekayaan, pontensi pendapatan asli daerah, hingga faktor sosial, politik, dan historis. Namun, tidak sedikit pula usul yang terkesan seadanya dan lebih menonjol sebagai 'kegenitan' politik elit lokal.

"Tapi ada elit yang karena semangat otonom, kalau ada pemekaran daerah baru bisa jadi ada gubernur baru, bupati baru, sekda baru, trus kontraktor dorong-dorong nanti bangun-bangun baru," katanya.

DPR dan Pemerintah baru saja mengesahkan pemekaran provinsi Kalimantan Utara, bulan lalu. Provinsi itu memisah dari Kalimantan Timur, induk sebelumnya dan berdiri sendiri menjadi provinsi paling bontot.(tmp/vvn/tim)

Boltim ‘Tagih’ Hutang Rp3,2 M ke Bolmong

Boltim ‘Tagih’ Hutang Rp3,2 M ke Bolmong
Yakni Sisa Dana Hibah yang Belum Diserahkan
Meyke Mamahit

Tutuyan- Pemkab Bomong ternyata masih berhutang ke Boltim. Jumlahnya Rp 3,2 milair lebih. Wajar kalau Pemkab Boltim pun mulai ‘menagih’ hutang tersebut.

Itu adalah dana hibah yang harus diserahkan Pemkab Bomong kepada daerah pemekaran. Di mana sejak awal disepakati, bahwa total hibah untuk Boltim berjumlah Rp 10 miliar. 

Namun menurut Kepala DPPKAD Boltim Meike Mamahit, sampai saat ini baru Rp 6,75 miliar yang diserahkan Pemkab Bolmong. “Sisanya masih Rp 3,25 miliar. Pemkab Boltim berharap agar sisa dana hibah ini dapat segera diserahkan," ungkap Mamahit kepada sejumlah wartawan, Senin kemarin. 

Lanjut Mamahit, dana tersebut adalah hak Boltim dan harus diserahkan. Apalagi kini Boltim telah berusia empat tahun pasca pemekaran. “Karena Boltim sudah berusia 4 tahun, maka wajar kalau kami mengingatkan agar sisa dana itu dapat segera diserahkan,” kata Mamahit. 

Menurut dia, tak hanya sisa dana hibah yang belum lunas, tetapi juga masih ada aset daerah yang hingga saat ini belum diserahkan secara penuh. "Padahal telah diparipurnakan DPRD Bolmong dan telah ditandatangani namun entah mengapa belum diserahkan," tutup Mamahit. 

Informasi yang dihimpun  media ini, belum diserahkan dana hibah mulai menimbulkan masalah di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Boltim. Pasalnya ada SKPD yang telah mengagendakan program kerja yang mengalokasikan dana dari dana hibah tersebut.

Namun hingga kini dana yang dinanti tak kunjung di cairkan. Sehingga program tersebut terancam batal. Selain itu belum diserahkan aset kepada pemkab Boltim membuat beberapa fasilitas atau aset terbengkalai.(mnm/Dink)

Kapolda Serukan Imbauan Damai

DAMAI TOTABUAN
Kapolda Serukan Imbauan Damai
Gugah Insan Pers Jadi Agen Penyejuk

Kotamobagu- Setelah melakukan kunjungan di wilayah Dumoga, Sabtu lalu, Kapolda Sulut Brigjen Dicky Atotoy memilih tetap berada di Tanah Totabuan hingga Senin (05/11). 

Jenderal bintang satu ini tampaknya ingin memantau langsung dari dekat perkembangan kamtibmas di dua kampung yang bertikai, yakni Desa Tambun dan Kelurahan Imandi.

Tak haya itu, Kapolda bersama para pejabat dari Polda Sulut juga melangsungkan rapat koodrinasi dengan jajarna Polres Bolmong, di Mapolres Senin siang kemarin.
Dalam jumpa pers usai rapat, Kapolda didampingi Kapolres Bolmong AKBP Enggar Brososeno, menyerukan imbauan damai kepada masyarakat. 

Juga mengajak seluruh elemen masyarakat Totabuan untuk bersama-sama menjadi agen penyejuk, demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang kondusif, khususunya untuk menciptakan suasana damai dan nyaman di tengah masyarakat Desa Tambun dan Kelurahan Imandi.
Saya menghimbau kepada masyarakat di Tambun dan Imandi agar dapat menahan diri  dan jangan mudah terhasut oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” seru Kapolda dalam jumpa pers itu.

Kapolda jug amenyerukan, agar seluruh elemen di Totabuan dapat bersama-sama mendukung upaya polisi dalam meredam konflik kedua desa tersebut, demi terciptanya suasana kondusif dan tidak melebar ke daerah lain.

“Saya meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bsia membantu upaya polisi mendamaikan kedua desa. bagaimanapun juga, hal ini adalah tugas kita bersama,” kata Kapolda.

Kapolda juga menggugah kepada semua insan pers yang bertugas di wilayah peliputan Bolmong Raya, agar dapat bekerja sama guna menjadi agen penyejuk, demi mendorong perdamaian di daratan Dumoga dan seluruh pelosok Bolmong Raya. 

“Kami juga mengajak teman-teman wartawan, untuk membantuh upaya terciptanya kondisi kamtibmas di Dumoga yang kondusif. Serta dapat membantu mencegah penyebaran info-info yang merusakn upaya perdamaian di Dumoga,” gugah Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati dan wakil Bupati Bolmong, Hi Salihi Mokodongan-Pnt Yanny R Tuuk, bersama jajaran yang banayk membantu tugas aparat kepolisian bersama TNI untuk pemulihan situasi di Dumoga. 

Bahkan Kapolda berjanji untuk membantu Pemkab Bolmong pad aperbaikan infrastruktur masyarakat yang rusak akibat pertikaian di Tabmbun dan Imandi.(m-09/tim)

POLITIK

Lihat Lainnya »

HUKRIM

Lihat Lainnya »

LIPU NATON

Lihat Lainnya »

NASIONAL

Lihat Lainnya »